shadow

10 Faktor Resiko Seseorang Terkena Miom

Penyakit miom bisa terjadi, diakibatkan dari beberapa faktor antara lain :

Faktor Genetik / Riwayat Keturunan, wanita dengan garis keturunan tingkat pertama dengan penderita miom memiliki 2,5 kali lebih tinggi resiko kemungkinan untuk mengalami penyakit miom dibandingkan dengan wanita yang tanpa garis keturunan penderita miom.
Faktor usia, sekitar 20% miom ditemukan pada usia reproduksi dan 50% disaat wanita berusia 40 tahun keatas.
Hormon estrogen, konsentrasi estrogen pada jaringan miom lebih besar dibandingkan dengan jaringan miometrium normal terutama pada fase proliferasi dan siklus menstruasi dimana produksi hormon estrogen meningkat sehingga memicu sel abnormal miom muncul.
Infeksi virus dan jamur, dalam keadaan hamil masuknya infeksi virus dan jamur dapat pula membuat miom muncul kembali walaupun sudah dilakukan operasi pengangkatan.
Obesitas
Tidak mempunyai keturunan serta tidak menikah juga memiliki faktor resiko yang tinggi untuk menderita penyakit miom.
Akibat gaya hidup yang tidak sehat dan mengalami depresi / stress.
Faktor makanan, mengkonsumsi daging dengan setengah matang akan dapat meningkatkan insiden miom, namun sayuran hijau bisa menurunkan insiden tersebut. Selain itu, dengan keseringan mengkonsusmi makanan yang diawetkan juga bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit miom.
Kebiasaan buruk merokok, merokok juga bisa meningkatkan insiden miom, hal ini dikarenakan kandungan berbahaya yang terdapat didalam rokok.
Kurangnya aktivitas fisik & olahraga, tubuh yang lebih banyak diam dan jarang berkeringat akan mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuh yang lemah.
Miom bukanlah sebuah penyakit tanpa penyelesaian, dengan mengetahui apa yang menjadi penyebabnya, maka pencegahan dan pengatasan akan penyakit miom ini juga merupakan hal yang dapat dilakukan.

Miom rahim itu merupakan tumor jinak yang tumbuh pada dinding rahim yang berasal dari jaringan otot polos rahim, dan letak miom ini bisa berada di bagian dalam rahim (submukosa), di bagian luar rahimĀ  (subserosa), ataupun di dalam otot rahim (intramural). Pada sekitar 20-30% penyakit miom ini dapat terjadi pada kaum perempuan yang berusia 35 tahun ke atas. Pertumbuhan tumor ini diakibatkan produksi hormon estrogen yang berlebihan. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan dengan jaringan miometrium (otot kandungan) sekitarnya, yang akhirnya mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan dan biasanya berkurang ukurannya setelah menopause (mengecil pada pasca menopause). baca juga obat alami miom paling ampuh.

Tumor jinak rahim yang menuju rongga ini sering kali membesar dan berkembang keluar dari mulut rahim. Sementara tumor yang berada di dalam rahim bisa tumbuh lebih dari satu, bisa teraba seperti kenyal, bentuknya bulat dan berbenjol benjol sesuai ukuran tumor. Beratnya juga bervariasi, dimulai dari beberapa gram saja, akan tetapi dapat pula mencapai 5 kilogram atau bahkan lebih. Jika dengan adanya miom ini memunculkan rasa nyeri yang sangat pada bagian panggul maka segera diperlukan penanganan, tetapi hal ini sangat jarang sekali terjadi. Jika memunculkan ketidaknyamanan dan gejala gejala yang bermasalah, maka cara yang dapat dilakukan untuk mengecilkan atau menghilangkan miom dengan melakukan terapi obat dan jalur operasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *